Senin, 01 Juni 2009

Benarkah Allah Maha Adil?

Benarkah Allah Maha Adil? Kadang pertanyaan tersebut singgah di benak kita, tatkala kita sedang mengalami keterpurukan. Misalnya saja dalam hal keadaan ekonomi. Banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi sering mempertanyakan tentang keadilan Tuhan. Katanya Allah Maha Adil, mengapa Dia tidak memberikan kadar rezeki yang sama kepada setiap umatnya? Banyak orang yang sudah kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin semakin terpuruk. Adil bukan berarti sama rata, tetapi adil itu proporsional atau sesuai. Allah SWT akan memberikan rezeki sesuai dengan kadar usaha umatnya. Bukankah apa yang kita tanam, itu pula yang akan kita tuai, dan apa yang kita berikan maka itu pula yang akan kita dapatkan.

Sebenarnya Allah memberikan kadar rezeki yang sama untuk tiap umatnya namun Dia memberikannya sesuai dengan kadar usaha dan pengorbanan setiap umatnya. Banyak masyarakat pedesaan yang selalu hidup di bawah garis kemiskinan meragukan bahwa Allah Maha adil. Benarlah bahwa "kefakiran itu dekat dengan kekufuran". Ada orang yang tidak mau berdo'a lagi karena merasa do'a nya tak pernah dijawab. Dia berdo'a siang dan malam meminta rezeki, tetapi rezeki tersebut tak kunjung datang. Rezeki itu tak akan datang hanya dengan berdo'a, tetapi kita harus berusaha terlebih dahulu baru disempurnakan dengan do'a!

Ketika kita merasa rezeki seolah menjauh, tanyalah diri kita sudah seberapa besar usaha kita untuk mendekatkan rezeki tersebut. Hal ini sesuai dengan prinsip no pain, no gain! So, untuk mendapatkan sesuatu yang kita perlukan adalah berusaha, berdo'a, bersabar dan bersyukur!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar